Si Ruli is an innovative online referral system designed to enhance access to dental health services in the Keputih area of Surabaya. The system addresses the high prevalence of dental caries among children, with 94.3% affected. By facilitating better communication between health cadres, teachers, and healthcare providers, Si Ruli aims to improve the referral process and increase the effectiveness of dental care. This initiative is particularly relevant for health professionals and educators involved in community health initiatives. The application is user-friendly and has been well-received by its users, promoting better health outcomes.

Key Points

  • Introduces the Si Ruli online referral system for dental health
  • Addresses high dental caries rates among children in Surabaya
  • Facilitates communication between health cadres and healthcare providers
  • Aims to improve the effectiveness of dental care referrals
Star Dust
7 pages
Language:Indonesian
Type:Report
Star Dust
7 pages
Language:Indonesian
Type:Report
155
/ 7
JPSDM : Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 Oktober
2021
38
APLIKASI “SI RULI” (SISTEM RUJUKAN ONLINE) SEBAGAI PENGHUBUNG
MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN LAYANAN KESEHATAN GIGI DAN
LAYANAN KESEHATAN GIGI PUSKESMAS KEPUTIH SURABAYA
Ninuk Hariyani
1
, Dini Setyowati
1
, Retno Palupi
1
, Defita Ayu Laisyaina
2
, Pandu Puji
Hardini
2
, Ramila Fernanda Pereira Paiva
3
1
Departemen Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
2
Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
3
Pendidikan Magister Kesehatan Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
Korespondensi : ninuk_hariyani@gmail.com
ABSTRACT
The data shows that 94.3% of children in the Keputih Health Care Center (Puskesmas Keputih) area have caries
with a high level of dental caries severity (deft=4.63), while the dental school programme (UKGS) coverage in
the Keputih area is 80%. Puskesmas Keputih also has health cadres who regularly carry out dental check-ups for
toddlers. This means that promotive, preventive and curative activities at the basic level should no longer be an
obstacle in this area. However, in-depth interviews with cadres/teachers and puskesmas officers showed that the
implementation of referrals that were still carried out manually still encountered various obstacles which resulted
in the reduced implementation of basic-level promotive, preventive and curative activities in the area. The
implementation of referrals is conducted manually where referrals are only based on notes on a piece of paper
which often were not accepted by the child's parents/guardians. This shows that the role of cadres/teachers in the
Keputih area as a public health enhancer is still low. Increasing the role of cadres/teachers can be improved in
various ways, one of which is to strengthen the function of cadres/teachers in referring patients to the Puskesmas
through the “Si Ruli” application (online referral system). The method used in this service includes the creation
of an online referral system which is then socialized to related parties. The result of this activity is the formation
of an online referral system (Si Ruli) that is easy to apply and accepted by users in the field (user friendly).
Keynote: Student’s awareness, Digital comic, Caries, Nutrition
ABSTRAK
Data menunjukkan bahwa 94,3% anak-anak di wilayah Puskesmas Keputih mengalami karies dengan tingkat
keparahan karies gigi yang tinggi (deft=4,63), sementara data cakupan UKGS di wilayah Keputih adalah sebesar
80%. Puskesmas Keputih juga memiliki kader kesehatan yang secara berkala melakukan pemeriksaan gigi bagi
balita. Artinya kegiatan promotif, preventive dan kuratif tingkat dasar seharusnya sudah bukan merupakan
kendala di wilayah ini. Akan tetapi, wawancara mendalam kepada kader/guru maupun petugas puskesmas
menunjukkan bahwa pelaksanaan rujukan yang masih diselenggarakan secara manual masih mengalami berbagai
kendala yang mengakibatkan pelaksanaan kegiatan promotif, preventive dan kuratif tingkat dasar di wilayah
keputih masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan rujukan masih berjalan secara manual
dimana rujukan hanya didasarkan pada catatan di selembar kertas yang seringkali tidak sampai pada orang
tua/wali anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran kader/guru di wilayah Keputih sebagai peningkat kesehatan
masyarakat masih rendah. Peningkatan peran kader/guru ini dapat ditingkatkan melalui berbagai cara dimana
salah satunya adalah dengan melakukan penguatan fungsi kader/guru dalam melakukan rujukan pasien ke
Puskesmas melalui aplikasi “Si Ruli” (sistem rujukan online). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini
meliputi pembuatan sistem rujukan online yang kemudian penggunaannya disosialisasikan kepada pihak terkait.
Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya system rujukan online (Si Ruli) yang mudah diaplikasikan dan
diterima oleh pengguna di lapangan (user friendly).
Kata kunci: Student’s awareness, Komik digital, Karies, Gizi
JPSDM : Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 Oktober
2021
39
PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi
Upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu program yang
dibentuk oleh pemerintah dalam pembangunan kesehatan Indonesia. Salah satu programnya
yaitu program Indonesia Bebas Karies tahun 2030. Program tersebut dirumuskan oleh
Kementerian Kesehatan pada tahun 2015. Program ini diatur dalam Permenkes No. 89 Tahun
2015.
1
Di dalam program ini, upaya promotif dan preventif lebih ditekankan dibandingkan
upaya kuratif dan rehabilitatif. Upaya kuratif juga harus dilaksanakan sedini mungkin untuk
mencegah kerusakan yang lebih parah. Pelaksanaan upaya promotif, preventif dan kuratif
dasar telah dilakukan secara kontinyu melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah
(UKGS).
2
Puskesmas Keputih merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kecamatan
Sukolilo Surabaya dan satu-satunya puskesmas yang terdapat di Kelurahan Keputih.
Puskesmas Keputih menaungi dua kelurahan yaitu Kelurahan Keputih dan Kelurahan
Medokan Semampir. Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Keputih tahun 2020
adalah 38.231 jiwa. UPTD Puskesmas Keputih berada di kecamatan Sukolilo kota Surabaya
yang memiliki cakupan wilayah seluas 2699,40 m2, dengan batas wilayah kerja Kelurahan
Sememi dan Kelurahan Kejawan Putih Tambak pada sebelah utara, Kelurahan Wonorejo Kec.
Rungkut pada sebelah selatan, Kelurahan Klampis Ngasem dan Kelurahan Nginden
Jangkungan pada sebelah barat, dan Selat Madura pada sebelah timur.
3
UPTD Puskesmas
Keputih merupakan puskesmas perkotaan non perawatan. Puskesmas ini termasuk dalam
kategori Puskesmas tipe rawat jalan, yaitu memberikan upaya pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang bersifat pokok (basic health service). Permenkes No. 29 tahun 2010
menyebutkan kegiatan di pelayanan kesehatan rawat jalan yakni observasi, diagnosis,
pengobatan, dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa dirawat inap.
4
Penelitian epidemiologis yang dilakukan pada anak TK dan SD di wilayah Puskesmas
Keputih memperlihatkan bahwa 94,3% anak-anak di wilayah puskesmas keputih mengalami
karies dengan tingkat keparahan karies gigi yang tinggi (deft=4,63). 50% diantara mereka
memiliki rampan karies. Sebagian besar dari kasus karies ini merupakan karies yang tidak
terawat.
5
Selain itu, hanya10% anak yang menerima perawatan kedokteran gigi.
5
Dilakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui pola rujukan sebagai bagian dari
pelaksanaan UKGS diwilayah puskesmas Keputih. Didapatkan data bahwa cakupan UKGS di
wilayah keputih adalah sebesar 80%.
5
Secara terpisah, puskesmas keputih juga memiliki
kader kesehatan yang secara berkala melakukan pemeriksaan gigi bagi balita. Artinya
kegiatan promotif, preventive dan kuratif tingkat dasar seharusnya sudah bukan merupakan
kendala di wilayah ini. Akan tetapi, wawancara mendalam kepada kader/guru maupun
petugas puskesmas menunjukkan bahwa pelaksanaan rujukan yang masih diselenggarakan
secara manual masih mengalami berbagai kendala yang mengakibatkan pelaksanaan kegiatan
promotif, preventive dan kuratif tingkat dasar di wilayah keputih masih kurang maksimal.
5
B. Permasalahan Mitra
Salah satu permasalahan pelayanan kesehatan di wilayah Keputih adalah sistem
rujukan yang masih kurang baik. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan
JPSDM : Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia Vol. 1 No. 2 Oktober
2021
40
pada masyarakat dan pihak puskesmas, didapatkan data bahwa hanya 10% rujukan yang
ditindak lanjuti dengan perawatan. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan rujukan masih
berjalan secara manual dimana rujukan hanya didasarkan pada catatan di selembar kertas
yang seringkali tidak sampai pada orang tua/wali anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran
kader/guru di wilayah Keputih sebagai peningkat kesehatan masyarakat masih rendah.
C. Solusi Permasalahan
Peningkatan peran kader/guru ini dapat ditingkatkan melalui berbagai cara dimana
salah satunya adalah dengan melakukan penguatan fungsi kader/guru dalam melakukan
rujukan pasien ke Puskesmas melalui aplikasi “Si Ruli” (sistem rujukan online).
METODE
Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat yang berjudul
“Aplikasi “Si Ruli (Sistem Rujukan Online) Sebagai Penghubung Masyarakat Yang
Membutuhkan Layanan Kesehatan Gigi Dan Pemberi Layanan Kesehatan Gigi, Puskesmas
Keputih Surabaya ini meliputi pembuatan sistem rujukan online yang kemudian
penggunaannya disosialisasikan kepada pihak tenaga kesehatan Puskesmas Keputih, para
kader kesehatan Puskesmas Keputih, serta guru SD yang biasa terlibat dalam kegiatan UKGS
di wilayah kerja Puskesmas Keputih. Mengingat pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini dilaksanakan di masa pandemic covid-19, maka sosialisasi dilaksanakan secara
online melalui media zoom. Evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai diperoleh secara
kualitatif melalui wawacara mendalam kepada para peserta kegiatan. Evaluasi ini
dimaksudkan untuk menggali tanggapan mengenai program sistem rujukan online,
kemudahan aplikasi dari program sistem rujukan online, serta untuk memperoleh masukan
dan saran dari peserta guna keberlanjutan dan sustainability dari program sistem rujukan
online ini di masa mendatang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahapan awal dalam pengabdian masyarakat ini adalah Focus Group Discussion
(FGD) terkait Produk Pengabdian Masyarakat berupa Aplikasi Rujukan Online. Pihak yang
terlibat dalam FGD ini adalah para ahli kesehatan gigi masyarakat dari Departemen Ilmu
Kesehatan Gigi Masyarakat serta programmer/perancang perangkat lunak.
Program rujukan ini merupakan pengembangan dari program rujukan online versi 1
yang kami beri nama RUPIAH (Rujukan dan Pelayanan Gigi Keluarga Sehat). Perbedaan
RUPIAH (dibuat tahun 2019) dan SI RULI (dibuat tahun 2020) terletak pada kompleksitas
input data, dimana SI RULI juga memfasilitasi system rujukan yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan (perawat atau dokter gigi) pada saat kunjungan lapangan (dalam kegiatan posyandu
maupun UKGS).
Materi FGD yang menjadi bahasan dalam penelitian ini antara lain permasalahan
rujukan yang ada di Puskesmas Keputih, dikombinasikan dengan berbagai sumber rujukan
dan pihak yang melakukan rujukan. Dalam FGD ini didapatkan hasil berupa pembuatan
Flowchart/bagan alur dari proses kerja perangkat lunak sesuai dengan pendekatan teoritis
perancangan perangkat lunak serta kebutuhan Puskesmas Keputih serta pembuatan User
Interface/Tampilan dari perangkat lunak penggabungan program rujukan online versi 1
(RUPIAH) dan pengembangan (versi 2/SI RULI). Setelah program rujukan online ini dibuat
/ 7
End of Document
155

FAQs

What is the main purpose of the Si Ruli application?
The Si Ruli application serves as an online referral system designed to enhance the connection between the community and dental health services at Puskesmas Keputih in Surabaya. It aims to address the challenges faced in manual referral processes, which often resulted in low follow-up rates for dental care. By digitizing the referral process, the application seeks to improve the efficiency and effectiveness of dental health services provided to children in the area.
What are the main findings regarding dental health in the Keputih area?
The report indicates that 94.3% of children in the Keputih Health Care Center area suffer from dental caries, with a high severity level (deft=4.63). Despite a relatively high coverage of the School Dental Health Program (UKGS) at 80%, only 10% of referrals for dental care were acted upon. This highlights significant gaps in the follow-up of dental health services, indicating a critical need for improved referral systems.
How was the Si Ruli application developed and implemented?
The development of the Si Ruli application involved creating an online referral system that was then socialized to relevant stakeholders, including health cadres, teachers, and healthcare workers at Puskesmas Keputih. The implementation was adapted to the COVID-19 pandemic by utilizing online platforms for training and discussions. Feedback was gathered through qualitative interviews to assess the application's usability and effectiveness in improving referral processes.
What challenges were identified in the manual referral process before Si Ruli?
The manual referral process at Puskesmas Keputih faced several challenges, including low acceptance of referral notes by parents and guardians, which often led to a lack of follow-up care. The reliance on paper-based referrals resulted in only 10% of referrals being acted upon, indicating a significant barrier to accessing dental health services. This inefficiency underscored the necessity for a more streamlined and user-friendly digital solution.
What are the expected outcomes of using the Si Ruli application?
The expected outcomes of implementing the Si Ruli application include an increase in the number of patients visiting the dental clinic at Puskesmas Keputih and a reduction in dental caries among children in the community. By facilitating easier referrals and improving communication between health workers and families, the application aims to enhance overall dental health outcomes.